Minggu, 29 Juni 2008

CERITA DI MALAM PIKET

Malam ini, aku kebagian piket dalam acara expo tanaman hias nasional yang bertempat di Kampus Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan. Sekarang, jam yang menggantung di ruang tunggu dosen menunjuk pada angka 11.15. Sekitar lima menit yang lalu, aku berkeliling mengecek kondisi setiap stand, memantau keamanan sekitar. Sebagian besar stand sudah ditutupi dengan paranet. Para pemiliknya sudah membalut diri dengan selimut seadanya. Bahkan diantara mereka ada yang hanya berselimutkan terpal dan beralaskan kardus.

Di stand colombus yang letaknya di pojok timur sebelah kiri, penjaganya masih nongkrongin televisi. Beberapa pemilik stand yang belum tidur turut bergabung dengannya, nonton televisi. Hampir dipastikan, mereka sedang menunggu pertunjukkan final piala eropa yang akan disiarkan secara langsung pukul 02.oo dinihari.
Di stand Fakultas Kehutanan, seorang mahasiswa tampak sedang menyandarkan tubuhnya di atas kursi. Kedua kakinya juga diselonjorkan di atas kursi yang berada di depannya. Matanya tampak berat, susah sekali untuk dipelototkan. "Ah..ngantuk sekali pak" ungkapnya. "Sekarang masih jam sebelas, padahal sepak bola jam dua" tambahnya lagi sambil tangannya memutar-mutar hape. "Tidur aja dulu" jawabku sambil tersenyum.
Di stand Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, empat orang mahasiswa masih asyik memainkan alat-alat musik dan bersemangat menyanyikan lagu-lagu yang saat ini sedang hits.
Di stand Fakultas Ekonomi, dua orang mahasiswa sedang sibuk merapihkan produk-produk pamerannya. Buku-buku yang tersusun rapih di rak, kini, sudah tertutup kain berwarna biru. Jeniper (jeruk nipis peras) dan makanan lainnya sudah dirapihkan ke dalam laci meja pajangan.
Sementara di stand Fakultas Komputer, seorang mahasiswa berhelm masih asyik di depan leptopnya. Sepertinya, dia sedang chating tapi tidak pede dengan wajah yang dimilikinya, atau salah satu cara dia untuk menahan rasa dinginnya. "Hm... aneh benar anak itu. Malam-malam kok pake helm".
Setelah setelah semua stand dicek, aku kembali ke ruangan, kemudian duduk di depan leptopku.

Kamis, 26 Juni 2008

MENGENAL KUALITAS AIR DARI KEHADIRAN BENTHOS

Benthos dapat dijadikan sebagai indiaktor biologi untuk mengetahui kualitas suatu perairan. Benthos adalah kelompok makhluk hidup yang hidup di dasar perairan. Makhluk hidup yang dapat digolongkan ke dalam benthos diantaranya kepiting, tiram, dan gastropoda (kelompok keong). Sementara, perairan dikategorikan tercemar apabila sudah mengalami perubahan warna, perubahan bau, dan perubahan zat-zat terlarut dari kondisi alaminya.
Bersambung........(masih mencari bahan).....

Selasa, 24 Juni 2008

TAKOKAK: Pahit Tapi Berkhasiat

Takokak merupakan buah yang bentuknya mirip leunca. Adanya kemiripan bentuk ini menyebabkan kedua jenis tumbuhan ini dikelompokkan ke dalam genus yang sama, Solanum. Bedanya, buah takokak memiliki kulit yang lebih tebal dibanding kulit buah lenca. Selain itu, daun takok juga memiliki daun yang besar dan kasar serta batangnya berduri. Sedangkan leunca memiliki daun yang kecil, licin, dan batangnya tidak berduri. Dari rasanya, takokak memiliki rasa yang getir sedangkan leunca pahit agak manis.
Mungkin karena kaitannya dengan rasa, masyarakat kita lebih familier dengan leunca dibanding takokak sehingga leunca banyak dibudidayakan, dan takokak dibiarkan tumbuh liar. Berdasarkan penelitian para ahli, takokak ternyata memiliki banyak khasiat sehingga, selain mengenyangkan, juga bisa dijadikan sebagai obat alternatif.

Taksonomi Takokak
Takokak memiliki nama ilmiah Solanum torvum Swartz. atau S. ferrugium Jacq, termasuk ke dalam famili Solanaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah cepoka, cokowana, pokak atau terong pipit.

Kandungan Kimiawi
Bagian-bagian tumbuhan takokak kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sangat bermanfaat bagi manusia. Kandungan kimia yang kini sudah diketahui antara lain: 1) buah mentah: chlorogenin, sisalogenone, torvogenin, vitamin A; 2) buah kering: solasonin 0,1 %; 3) daun: neo - chlorogenine, panicolugenin; 3) akar: jurubine.

Efek Farmakologis
Farmakologi Cina menyebutkan, tanaman takokak memiliki sifat: rasa pedas, sejuk, dan agak beracun. Selanjutnya, tanaman ini juga mampu melancarkan sirkulasi, menghilangkan darah beku, menghilangkan sakit (analgetik) dan menghilangkan batuk (antitusif).

Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun dan akar. Akar dicuci dan dipotong-potong secukupnya lalu dijemur untuk penyimpanan. Daun digunakan untuk pemakaian segar.


Khasiat Takokak
Berdasarkan penelusuran dari berbagai literatur dan sumber, buah takokak mampu meningkatkan gairah, baik bagi pria maupun wanita. Untuk mendapatkan efek ini, penggunaannya mudah sekali; buah langsung dimakan dalam keadaan mentah, sebagaimana memakan lalap.

Sumber lain juga menyebutkan, buah takokak mampu bertindak sebagai antioksidan. Beberapa zat kimia yang dikandung takokak terbukti dapat melindungi jaringan tubuh dari efek negatif radikal bebas. Dalam Medicinal Plants: Quality Herbal Products for Healthy Living (1999), Vimala S. dkk. menyatakan, takokak memiliki aktivitas pembersih superoksida yang tinggi, yakni di atas 70%.

Selain itu, takokak juga bisa digunakan sebagai anti radang dan alat kontrasepsi. Takokak berkhasiat sebagai anti radang karena memiliki senyawa sterol carpesterol. Sementara takokak bisa digunakan sebagai alat kontrasepsi karena buah dan daunnya mengandung alkaloid steroid jenis solasodin 0,84%, yang merupakan bahan baku hormon seks untuk kontrasepsi. Menurut Suriawiria (2004), kandungan solasodin dalam biji dan lendir buah takokak mencapai 5,5 persen. Senyawa tersebut telah berkali-kali dibuktikan bisa mencegah kehamilan pada hewan percobaan seperti tikus. Mula-mula tikus itu disuntik dengan 0,4 mg solasodin setiap hari. Dalam perkembangannya, ada peningkatan status kornifikasi, dan 33%-40% dari hewan percobaan itu tidak dapat berkembang biak. Setelah dosis dinaikan menjadi 1 mg dan diberikan selama 45 hari, tikus betina tidak berahi dan tidak bisa hamil.

Bagi penderita artritis (termasuk gout artritis/asam urat), takokak bisa digunakan sebagai obat alternatif (alami) untuk mengatasi penyakit ini. Cara penggunaannya, buah takokak disayur atau dijadikan lalap. Artritis adalah peradangan pada persendian, baik yang terjadi secara mendadak (akut) atau menahun (kronis). Artritis ini dapat menyerang satu sendi atau beberapa sendi sekaligus. Penyakit ini biasanya disertai dengan pembengkakan dan rasa nyeri pada sendi yang terkena. Bila penyakitnya kronis, kadang hanya timbul rasa nyeri saja.
Bagi para manula (60 tahun untuk laki-laki, 55 tahun untuk perempuan), takokak berkhasiat untuk mengatasi atau meminimalisir penyakit yang sering menghinggapi mereka. Pada usia tersebut mereka sangat mudah terkena berbagai penyakit lingkungan, misalnya, pusing-pusing, batuk-batuk, cepat pegal, dan susah tidur, atau yang lainnya. Untuk mengatasi penyakit ini, bagian yang digunakan adalah buah takokak muda, misalnya dengan cara dilalap atau dibuat karedok. Dengan mengkonsumsi takokak, tingkat kebugaran dan kekuatan para manula dapat meningkat
Menurut Prof. Hembing Wijayakusuma (2006), takokak bermanfaat untuk mengobati sakit lambung, sakit gigi, katarak, tidak datang haid, wasir atau ambeien, radang payudara, influenza, panas dalam, pembengkakan, bisul, koreng, sakit pinggang, asam urat tinggi, keropos tulang, jantung berdebar-debar, menetralkan racun dalam tubuh, melancarkan sirkulasi darah.
Menurut beliau, untuk pemakaian luar, cara dan bagian yang digunakan adalah daun segar yang telah dicuci bersih, kemudian digiling halus, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit. Untuk pemakaian dalam, 10-15 garam takokak kering dan 30-60 gram tumbuhan takokak segar direbus dengan air secukupnya hingga mendidih lalu airnya diminum dan takokaknya dimakan.

Secara lebih rinci, untuk mengobati penyakit-penyakit teersebut di atas, Hembing menjelaskan sebagai berikut:

Bisul: daun takokak segar secukupnya dicuci bersih, lalu digiling halus dan ditempelkan pada bagian yang terdapat bisul. Lakukan secara teratur 3 kali sehari. Untuk radang payudara, daun takokak secukupnya dikeringkan, lalu ditumbuh hingga halus. Tambahkan cuka beras putih secukupnya, dan dibalurkan pada bagian yang sakit. Lakukan secara teratur 2 kali sehari.

Wasir atau ambeien: tiga puluh gram takokak, 10 gram temu hitam, 30 gram daun dewa, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring, dan diminum airnya hangat-hangat. Lakukan secara teratur 2 kali sehari. Atau gunakan takokak, 5 butir angco yang telah dibuang bijinya, direbus dengan air secukupnya hingga mendidih, lalu disaring dan airnya diminum sedangkan angco dan takokaknya dimakan.

Asam urat tinggi: buah takokak muda secukupnya, 100 gram nanas, udang, rebon kecil, dibuat tumisan sesuai selera, lalu dimakan. Lakukan secara teratur.

Influenza: 30 gram buah takokak, 15 gram jahe direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring, diminum airnya secara teratur. Lakukan 2 kali sehari.

Jantung berdebar: enam lembar daun takokak, 10 gram kunyit yang telah dicuci bersih dihaluskan, tambahkan 100 cc air matang lalu dimasak hingga mendidih, tambahkan madu secukupnya lalu diminum.

Penyakit liver: enam puluh gram tumbuhan takokak direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring, dan diminum airnya hangat-hangat.

Keropos tulang: sertaus gram takokak, 100 kacang kedelai, tahu secukupnya, dibuat masakan sesuai selera lalu dimakan.

Melancarkan peredaran darah: tiga puluh gram buah takokak, 20 gram daun dewa, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc lalu disaring dan diminum airnya. Lakukan secara teratur setiap hari.

Panas dalam: 30 gram akar takokak, 30 gram labu air, 10 gram bawang putih, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, tambahkan madu dan diminum airnya. Lakukan 2 kali sehari secara teratur.

Pembengkakan atau menetralkan racun dalam tubuh: tiga puluh gram buah takokak, 20 gram daun dewa, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc lalu disaring, diminum airnya secara teratur 2 kali sehari.

Sakit pinggang: tiga puluh gram takokak, 30 gram akar sawi langit, 20 gram temulawak, 15 gram jahe direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, lalu disaring dan diminum airnya. Lakukan secara teratur 2-3 kali sehari. Atau, 30 gram takokak, 30 gram rambut jagung, 15 gram jahe merah, 10 gram adas, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum airnya. Lakukan secara teratur.

Selain jenis penyakit yang diuraikan oleh Hembing, literatur lain juga mencatat penyakit-penyakit yang bisa dimsebuhkan oleh takokak adalah:

Pinggang kaku, bengkak terpukul. Akar kering 10 - 15 gram direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi dua gelas dinginkan, saring, minum 2 kali 1 gelas.

Sakit lambung, tidak datang haid. Akar kering 10 - 15 gram direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi dua gelas dinginkan, saring, minum 2 kali 1 gelas.

Batuk kronis. Akar kering 10 - 15 gram direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi dua gelas dinginkan, saring, minum 2 kali 1 gelas.

Jantung berdebar (tachycardia). Daun takokak 6 lembar ditambah ½ jari rimpang kunyit dicuci bersih lalu ditumbuk halus, tambahkan ½ cangkir air masak dan 1sendok makan madu. Diperas dan disaring minum sehari 2 kali.

Selain efek positif, takokak juga memiliki efek negatif. Karena itu, untuk mengurangi efek negatifnya, tidak semua orang bisa mengkonsumsi takokak sesukanya. Misalnya, penderita kecenderungan glaucoma dilarang minum ramuan ini. Kemudian, kelebihan dosis juga dapat menimbulkan keracunan.

Referensi:
1. http://anekaplanta.wordpress.com/2007/12/21/tanaman-obat-bagi-para %E2%80%9Dlansia%E2%80%9D/
2. http://kiravicena.blogspot.com/2007/11/tanaman-obat-disekitar-kita-v.html
3. http://www.purwakarta.org/index.php/2005/12/22/136/
4. Suriawiria, U. 2004. Obat Kuat Dari Pekarangan: beragam khasiat takokak. www.kontan-online.com. http://202.43.165.145/print.php?edisi=7&id=35&q=v&tahun=IX
5. Wijayakusuma, H. 2006. Sehat dengan Takokak. http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=149459
6. www.plantamor.com/spcdtail.php?recid=1377...

Referensi
http://www.plantamor.com/spcdtail.php?recid=1377&popname=Terung%20pipit

PETAI: Bau Tapi Berkhasiat

Bagi orang Indonesia, petai bukanlah barang yang asing. Bagi orang sunda, petai mentah yang ditemani ikan asin (terutama ikan peda) merupakan pengiring nasi yang sangat menggairahkan.
Ya… petai merupakan lalapan yang bau; meski enak di lidah, tapi enek di hidung.
Namun, dibalik baunya yang menyesakkan hidung, petai ternyata memiliki banyak khasiat. Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, sedikitnya, petai memiliki 25 khasiat. Banyaknya khasiat yang diberikan oleh petai ini karena petai banyak mengandung zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia.

1). Penghasil Energi
Hasil penelitian menunjukkan, petai ternyata mengandung 3 macam gula alami: sukrosa,fruktosa dan glukosa. Kombinasi ketiga macam gula ini kandungan ini mampu memberikan tenaga yang instan, besar, dan cukup lama. Dengan mengkonsumsi dua porsi petai, akan diperoleh tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit.
2). Mengurangi Depresi
Hasil survey yang dilakukan oleh MIND menunjukkan, banyak pasien penderita depresi merasa lebih baik setelah mengkonsumsi petai. Hal ini karena petai mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Protein ini akan membuat saraf relax, memperbaiki mood dan membuat seseorang lebih bahagia.
3). Mengurangi PMS (premenstrual syndrome)
Wanita yang mengkonsumsi petai dapat mengurangi rasa sakit pada saat menjelang menstruasi. Hal ini karena petai mengandung citamin B6 yang dapat mengatur kadar gula darah.
4). Mengatasi Anemia
Petai juga mengandung zat besi yang tinggi. Zat besi ini dapat menstimulasi produksi sel darah merah sehingga terhindar dari anemia.
5). Mengatasi Tekanan Darah Tinggi dan Stroke
Petai merupakan buah tropis yang memiliki kandungan kalium sangat tinggi, tetapi rendah garam. Kondisi ini sangat membantu si pengkonsumsi untuk mengurangi tekanan darah tinggi yang dideritanya. Karena khasiatnya itu, FDA Amerika mengizinkan perkebunan petai untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkanresiko tekanan darah dan stroke.
6). Meningkatkan Konsentrasi Otak
Dua ratus siswa di Twickenham (Middlesex) yang memakan pete pada saat sarapan, istirahat, dan makan siang dapat mengatasi ujian sekolah dengan mudah. Riset telah membuktikan, buah dengan kandungan kalium tinggi ini ternyata dapat membantu konsentrasi belajar dengan membantu siswa semakin waspada.

7). Mengatasi Sembelit
Bagi yang sering mengalami gangguan perut, petai dapat membantu menormalkan kembali aksi pencernaan. Hal ini karena petai megandung serat yang tinggi.

8). Obat Mabuk
Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan "penyakit" mabuk adalah milkshake pete, yang dimaniskan dengan madu. Pete akan membantu menenangkan perut dan dengan bantuan madu akan meningkatkan kadar gula darah yang jatuh, sedangkan susu akan menenangkan dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh.

9). Mengatasi Kekenyangan
Pete memiliki efek antasid pada tubuh. Oleh karena itu, pada saat dada terasa panas akibat kebanyakan makan, pete dapat mengurangi sakitnya.

10). Mengatasi Mual di Pagi Hari
Makan pete diantara jam makan akan menolong mempertahankan kadar gula dan menghindari muntah.

11). Mengurangi Efek Gigitan Nyamuk
Bagian dalam kulit pete yang digosokan ke daerah yang terkena gigitan nyamuk dapat mengatasi rasa gatal dan bengkak.

12). Menenangkan Sistem Saraf
Tingginya kandungan vitamin V dalam petai telah membantu dalam menenangkan sistem saraf bagi yang mengkonsumsinya.

13). Mengatasi Kegemukan
Kegemukan merupakan salah satu kondisi badan yang sering tidak diinginkan oleh sebagian besar orang, khususnya wanita. Penelitian di Institute of Psychology Austria menemukan, saat kerja menyebabkan orang sering meraih makanan yang menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat kepada 5.000 pasien di rumah sakit, peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang mejadi gemuk karena tekanan kerja yang tinggi. Laporan menyimpulkan bahwa, untuk menghindari nafsu memakan makanan karena panik, kita butuh mengendalikan kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan kadarnya tetap.
14). Menyembuhkan Luka Lambung
Petai memiliki textur yang lembut dan halus sehingga dapat digunakan untuk merawat pencernaan. Buah ini adalah satu-satunya buah mentah yang dapat dimakan tanpa menyebabkan stress dalam beberapa kasus yang parah. Buah ini juga mampu menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung.

15). Mengatur Suhu Tubuh
Pada beberapa negara, petai sering digunakan sebagai buah 'dingin' yang mampu menurunkan suhu tubuh dan emosi ibu yang hendak melahirkan. Di Belanda misalnya, ibu hamil akan makan petai agar suhu si bayi pada saat dilahirkan tidak tinggi.

16). Seasonal Affective Disorder (SAD) (penyakit emosional yang kacau)
Pete dapat membantu penderitas SAD kerena mengandung pendorong mood alami, tryptophan
17). Mengatasi Kecanduan Rokok
Vitamin B6 dan B12 yang dikandungnya, bersama dengan kalium dan magnesium, membantu tubuh cepat sembuh dari efek penghentian nikoti.

18). Mengurangi Stress
Sebagaimana sudah disebutkan di atas, petai memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi. Untuk dimaklumi, kalium adalah mineral penting yang membantu menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Ketika stress, kecepatan metabolisme tubuh akan meningkat, sehingga akan mengurangi kadar kalium dalam tubuh. Kekurangan kadar kalium ini ini dapat diseimbangkan lagi dengan memakan petai.
19). Mengurangi Resiko Stroke
Menurut riset dalam "The New England Journal of Medicine," makan pete sebagai bagian dari makanan sehari-hari akan menurunkan resiko kematian karena stroke sampai 40%.
20). Mematikan Caplak
Mereka yang suka berpaling pada pengobatan alami akan berani bersumpah, jika anda ingin mematikan caplak, maka ambil sepotong pete, dan letakkan di caplak itu. Tetap pertahankan pete itu dengan menggunakan plester!
21). Sumber Antioksidan (Antikanker)
Radikal bebas merupakan senyawa yang sering dituduh sebagai salah satu penyebab kanker. Hidrogen peroksida, superoxide anion, dan hidroksil merupakan contoh-contoh radikal bebas. Molekul tersebut sangat tidak stabil, sangat reaktif, dan merusak jaringan.

Radikal bebas tidak berdaya bila berhadapan dengan antioksidan. Hal ini karena antioksidan dapat melindungi jaringan tubuh dari efek negatif radikal bebas. Antioksidan ini ada yang terbentuk di dalam sel-sel tubuh kita (intraseluler), ada pula yang terbentuk dari luar sel tubuh (ekstraseluler), salah satunya dari makanan. Salah satu tumbuhan yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi adalah petai. Vimala S. Dkk (1999), menyatakan, petai memiliki aktivitas pembersih superoksida yang tinggi, yakni di atas 70%.

Selain manfaat di atas, buah petai juga dikenal sebagai obat penyakit lever (hepatalgia), udema, radang ginjal (nefritis), diabetes, dan sebagai peluruh cacing (antelmintik). Sementara itu, daunnya digunakan sebagai bahan obat sakit kuning. Khasiat-khasiat tersebut diduga berkaitan dengan kandungan alkaloidnya.

Untuk diketahui juga, ternyata petai memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibanding apel. Jika dibandingkan dengan apel, pete memiliki protein 4 kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat Vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya. Ternyata, petai juga kaya kalium dan merupakan buah dengan nilai makanan terbaik.
Setelah mengetahui betapa banyaknya khasiat yang bisa diperoleh dari petai, mulai hari ini, kita tidak perlu ragu lagi untuk mengkonsumsinya. Petai, meski baunya bikin enek, tapi khasiatnya bikin enak.

Senin, 23 Juni 2008

KUPU-KUPU: Habitat dan Nilai Ekonominya



Kupu-kupu merupakan salah satu kekayaan alam yang melimpah di bumi Indonesia. Di beberapa daerah, spesies ini telah menjadi sumber pendapatan tambahan, misalnya masyarakat Bantimurung. Ini tidak lepas dari bentuk dan corak tubuhnya yang indah dan berwarna-warni.
Tempat tinggal kupu-kupu adalah lahan bera atau menganggur (wastelands), kebun buah-buahan, areal pertanian, pinggiran aliran sungai, hutan primer dan sekunder, dengan ketinggian 0 – 2.000 mdpl.
Berdasarkan waktu aktivitasnya, kupu-kupu tergolong kedalam hewan diurnal (aktif di siang hari). Pada saat cuaca cerah, sekitar pukul 08.00 - 10.00, mereka akan mengunjungi bunga-bunga yang sedang mekar untuk menghisap madu. Menjelang siang hari, mereka beristirahat pada tempat-tempat yang teduh, dan melanjutkan ektivitasnya kembali sekitar pukul 15.00 – 17.00.
Bentuk dan warna sayap yang indah berperanan penting bagi kegiatan reproduksinya. Warna ini berguna untuk menarik pasangan agar saling mengenal sebelum melakukan perkawinan. Kupu-kupu betina dapat langsung kawin 2 – 3 jam setelah menetas dari kepompong, sedangkan yang jantan memerlukan waktu 2 – 3 hari barulah ia kawin. Selama proses kawin, sang jantan dan betina berpasangan dalam beberapa jam. Setelah kawin, 2 – 3 hari kemudian sang betina bertelur. Telur diletakkan melekat pada daun.
Selain sebagai hiasan, kupu-kupu juga memiliki banyak manfaat lainnya: 1. Membantu penyerbukan tanaman; misal Euploea callithoe, Papilio iswara, Ornitophtera dll.; 2. Manfaat keindahan (hiasan dinding, meja, penindih kertas, tatakan gelas, tirai, dompet); 3. Bahan penelitian biologis (penelitian serologis, misal di Inggris) dan penelitian genetik; 4. Bahan industri; misal ngengat ulat sutera (Bombyx mori); 5. Sumber protein (misal kupu-kupu pisang, Eryonotathrax, larva kupu-kupu raksasa yang dianggap sebagai hidangan enak di Meksiko, ”Gusanos de maguey”); 6. Koleksi; 7. Rekreasi (dipelihara di rumah kaca untuk ditonton).
Karena bentuk dan corak tubuhnya yang indah itu, kupu-kupu telah menjadi satwa yang bernilai ekonomi cukup tinggi. Menurut CV Nusa Harapan Manokwari (1984) harga kupu-kupu Indonesia dapat mencapai US$ 0,5 – US$ 400 atau berkisar antara Rp 4.000,00 – 3.200.000,00 per ekor.
Dengan sedikit gambaran di atas, ternyata kupu-kupu memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Karena itu, tidak ada salahnya jika kita mulai membudidayakan kupu-kupu sebagai alternatif pemanfaatan hasil hutan non kayu.

AH.....MALES.....MALES.....BETE....

Bete, jenuh, males, lemes, gak ada gairah......itulah yang saya rasakan saat ini. Mau menulis, juga males. Mau baca-baca buku, juga gak nafsu. Mau buka-buka internet, juga males.
Huh...Apa yang harus saya lakukan? tidak tahu. Kenapa ini terjadi? juga tidak tahu. Sebenarnya, bikin tulisan ini juga males. Pokoknya males, males, dan males.
Jam di sudut bawah kiri leptopku sudah menunjukkan angka 12.10. Dari pagi hingga saat ini, saya belum melakukan aktivitas apa-apa, kecuali memberikan bimbingan kepada seorang mahasiswa bimbinganku. Itu juga hanya beberapa menit, tidak lebih dari setengah jam. Selapas itu, saya hanya diam, duduk, buka-buka email dan menutupnya kembali.
Temen-temen sepekerjaan yang biasanya ramai di ruangan, kini tidak ada. Entah apa yang mereka sedang kerjakan, aku tidak tahu. Yang jelas, mereka tidak sedang berada di ruangan. Di tempat expo kah? tidak tahu. Di lapangan, sinar matahari sangat menyengat. Jadi, kemungkinan besar mereka tidak di lapangan. Sedang berkumpul di ruangan TU kah? entahlah.
Oh..ya....saat ini, kami sedang menyelenggarakan expo tanaman hias nasional. Sambutan dari peserta sangat menggembirakan panitia. Pesertanya dari berbagai daerah di Pulau Jawa, mulai Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Sambutan pengunjung pun sangat bagus. Setiap hari, terutama sore hingga malam, lokasi expo dipadati oleh para pengunjung dari berbagai daerah. Expo ini juga dilengkapi dengan berbagai lomba kreatifitas anak, kontes tanaman hias, dan gelar UKM serta hiburan rakyat seperti ombak banyu, kereta-keretaan dan kolam bola. Persembahan-persembahan tersebut memberikan nilai tambah dan banyak pilihan bagi para pengunjung, khususnya usia muda. Expo ini rencananya akan diakhiri pada tanggal 4 Juli 2008, mundur 2 hari dari rencana semula, 6 Juli 2008. Perubahan jadwal ini mengingat tanggal 5 Juli 2008 nanti akan diselenggarakannya wisuda. Jika saja expo tetap dilangsungkan, tentunya kampus ini akan dipadati oleh para peserta wisuda, tamu undangan, dan pengunjung expo sehingga keamanan kampus dan kekhidmatan wisuda dikhawatirkan terganggu. Karena itulah, para panitia expo mengalah, dan mempercepat dua hari jadwal kegiatan expo.
Apalagi yang harus saya tulis. Entah lah. Saya sedang males melakukan aktivitas apapun.

Minggu, 22 Juni 2008

DEMI WISUDA...DEMI PELAYANAN...LINGKUNGAN DIKORBANKAN

Sebentar lagi (tepatnya tanggal 05 juli 2008), perguruan tinggi tempat saya bekerja akan menyelenggarakan hajat besar tahunan, wisuda sarjana dan pascasarjana (angk pertama). Total wisudawan (sarjana dan pascasarjana) sekitar 650 orang.

Meski untuk ukuran daerah, kampus ini cukup besar, tapi (perkiraan panitia) halamannya tidak cukup untuk menampung kendaraan yang di bawa para wisudawan, termasuk para pengantar. Kondisi ini membuat panitia harus berputar otak.

Setelah otaknya diputar berkali-kali, akhirnya panitia menemukan sebuah solusi (?). Panitia berencana menjadikan lahan yang berada di belakang gedung student centre sebagai tempat parkir. Sayangnya, lahan tersebut sudah ditanami jati (Tectona grandis) dan gmelina (Gmelina arborea).

Memang, jumlah tanaman jati dan gmelina tidaklah banyak, hanya ada 17 batang, dan ukurannya pun tidak besar, hanya berdiameter sekitar 2 cm dan tingginya sekitar 1 - 2 meter. Masalahnya, tanaman tersebut ditanam dua tahun yang lalu. Selama dua tahun itu, tanaman tersebut telah menghabiskan berkilo-kilo gram pupuk NPK dan organik. Tidak hanya itu, tanaman tersebut telah menguras keringat para mahasiswa untuk membebaskannya dari gangguan semak belukar dan rerumputan.

Haruskah pengorbanan yang telah dilakukan selama dua tahun oleh para mahasiswa kehutanan lenyap begitu saja demi kepentingan lembaga untuk setengah hari saja? Saya pribadi akan menjawab tidak.
Sebenarnya, jika saja panitia mau sedikit bekerja keras, lahan di luar kampus bisa dioptimalkan. Ini mengingat, lokasi kampus, letaknya berada di samping jalan raya. Kebetulan, jalan raya ini bukan jalur yang ramai dilewati oleh kendaraan. Jadi, dengan pengawasan yang ketat dan penambahan jumlah personil, satu sisi jalan raya ini bisa dijadikan sebagai lahan parkir.
Karena itu, saya berharap, semoga lahan yang telah ditanami oleh mahasiswa ini tidak jadi digunakan sebagai areal parkir kendaraan para wisudawan dan tamu undangan. Menanam pohon agar bisa terus tumbuh dan berkembang tidaklah mudah, apalagi di lahan kampus, yang bekas urugan.
Namun, saya juga berharap, semoga wisuda yang sebentar lagi akan dilaksanakan bisa sukses, tanpa ekses. Wilujeng damel kanggo para panitia. Amiin.